Pemerintah pusat dan daerah meningkatkan status siaga penuh guna mengantisipasi dampak buruk puncak fenomena El Nino yang memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara masif di berbagai wilayah rawan.
1. Penetapan Status Siaga Darurat di Sejumlah Provinsi Prioritas Rawan Karhutla
Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama instansi terkait menetapkan status siaga darurat bencana asap dan karhutla di beberapa provinsi kunci yang memiliki luas lahan gambut tinggi. Langkah cepat ini diambil berdasarkan pemodelan iklim yang memproyeksikan musim kemarau panjang akan meningkatkan kerentanan titik panas (hotspot) secara signifikan.
2. Pengerahan Satgas Terpadu dan Patroli Udara Pemantauan Titik Panas
Pemerintah mengerahkan satuan tugas gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api untuk siaga di lapangan. Patroli udara rutin menggunakan helikopter pemantau dan teknologi penginderaan jauh terus digencarkan guna mendeteksi kemunculan titik api sekecil apa pun sebelum meluas menjadi kebakaran besar.
3. Operasi Modifikasi Cuaca untuk Pembasahan Lahan Gambut
Upaya preventif terus ditempuh melalui pelaksanaan operasi modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan di atas wilayah-wilayah kering dan rawan terbakar. Penyemaian awan ini bertujuan menjaga tingkat kelembapan tanah gambut agar tidak mudah tersulut api di tengah teriknya cuaca puncak El Nino.
4. Penyiagaan Infrastruktur Pemadaman dan Pasokan Logistik Darurat
Seluruh sarana dan prasarana pemadaman darurat seperti mesin pompa air bertekanan tinggi, selang panjang, helikopter water bombing, hingga posko kesehatan penanganan ISPA disiagakan penuh. Kesiapan rantai pasok logistik bagi tim relawan di garis depan menjadi prioritas utama untuk menjamin efektivitas operasi penanggulangan di lapangan.
5. Sanksi Tegas Tanpa Kompromi Bagi Pelaku Pembakaran Lahan
Pemerintah menegaskan penerapan sanksi hukum yang sangat tegas tanpa kompromi bagi korporasi maupun perorangan yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar. Pengawasan ketat penegak hukum ini diberlakukan untuk memberikan efek jera sekaligus menekan angka kesengajaan manusia dalam memicu bencana karhutla.
Kesiapsiagaan penuh pemerintah dalam menghadapi puncak El Nino dan ancaman karhutla di sejumlah wilayah prioritas menegaskan komitmen kuat negara dalam melindungi keselamatan warga serta menjaga kelestarian lingkungan dari kerusakan ekologis yang parah.

