Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia secara aktif menggenjot promosi pariwisata nasional di kancah global melalui keikutsertaan dalam ajang pameran pariwisata internasional terkemuka, Internationale Tourismus-Börse India 2026 (ITB India 2026) yang diselenggarakan di Jio World Convention Centre, Mumbai. Langkah strategis ini dilakukan guna memperluas pangsa pasar wisatawan mancanegara asal Asia Selatan, khususnya India, serta mendongkrak angka kunjungan pelancong berkualitas ke berbagai destinasi unggulan nusantara.
1. Menargetkan Potensi Kunjungan Wisatawan dan Transaksi Bisnis Signifikan
Partisipasi aktif Indonesia dalam ajang ITB India 2026 membawa misi ekonomi yang konkret dengan membidik sekitar 6.600 kunjungan wisatawan asal India ke tanah air. Tidak hanya fokus pada jumlah kunjungan, Kemenpar juga memasang target perolehan potensi transaksi bisnis atau business-to-business (B2B) hingga mencapai angka Rp58,45 miliar. Melalui pameran berskala internasional ini, para pelaku industri pariwisata lokal dapat mempertemukan jaringan bisnis langsung dengan agen perjalanan global guna memasarkan paket liburan yang atraktif.
2. Diversifikasi Destinasi Melalui Promosi Yogyakarta dan Lombok Sebagai Alternatif Baru
Selain memperkuat popularitas Bali yang selama ini menjadi ikon utama, Kemenpar secara khusus memasarkan destinasi alternatif unggulan lainnya seperti Yogyakarta dan Lombok kepada para pelaku industri pariwisata India. Langkah diversifikasi ini dinilai sangat penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan lanskap alam vulkanik, hingga pesona wisata bahari nusantara yang lebih beragam. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman liburan baru yang segar bagi karakteristik pelancong asal India yang menyukai keunikan budaya dan pemandangan alam.
3. Sinergi Lintas Sektor Bersama Direktorat Jenderal Imigrasi untuk Kemudahan Layanan
Upaya menggaet wisatawan mancanegara di ajang internasional ini turut didukung penuh oleh kehadiran instansi terkait, salah satunya melalui partisipasi Direktorat Jenderal Imigrasi. Keberadaan meja informasi keimigrasian di paviliun Indonesia memberikan kemudahan akses data, transparansi regulasi, serta penjelasan mengenai berbagai fasilitas dan kemudahan izin tinggal kunjungan bagi calon pelancong maupun investor pariwisata. Sinergi solid ini mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan mereka.
4. Perluasan Rangkaian Promosi Melalui Agenda Sales Mission Lanjutan di Pune
Strategi penetrasi pasar India tidak hanya berhenti pada pameran utama di Mumbai saja, melainkan diperluas secara berkesinambungan melalui pelaksanaan Sales Mission di kota Pune. Kedua agenda besar yang berjalan secara sinergis ini dirancang untuk memaksimalkan pertemuan langsung (table top meeting) antara industri pariwisata Indonesia dan buyers potensial di luar pusat ekonomi utama. Dengan menjangkau wilayah potensial baru di India, efektivitas promosi pariwisata nusantara dapat tersebar lebih merata dan tepat sasaran.
5. Penguatan Komitmen Mewujudkan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan
Seluruh rangkaian promosi agresif yang digencarkan oleh Kemenpar di pameran global ini tetap berlandaskan pada prinsip pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan (quality and sustainable tourism). Kemenpar senantiasa mengarahkan promosi destinasi agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan devisa negara semata, melainkan juga menjaga kelestarian ekosistem lokal serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Hal ini menjadi cerminan kesiapan pariwisata Indonesia dalam menyambut wisatawan dunia dengan standar pelayanan yang semakin profesional dan ramah lingkungan.
Langkah taktis Kementerian Pariwisata dalam mengoptimalkan ajang ITB India 2026 dan rangkaian misi penjualannya menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam memenangkan persaingan pariwisata global di kawasan Asia Selatan. Melalui perluasan jejaring bisnis, kemudahan akses regulasi, serta penawaran ragam destinasi alternatif yang eksotis, sektor pariwisata nasional diproyeksikan mampu terus tumbuh secara progresif, inklusif, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

